My Think Things

180 Derajat Acara Televisi yang Menarik untuk Menambah Inspirasi

Rabu malam yang lalu saya menonton acara televisi swasta kompas TV, nama acaranya adalah 180 derajat. Acara yang dibawa oleh Pandji Pragiwaksono memanggil orang-orang yang sesuai dan memiliki kapabilitas yang baik. Sang presenter memiliki pertanyaan-pertanyaan yang baik dan mampu menyajikannya dengan gaya kocak yang khas. Acara ini mampu memberi wawasan baru yang cukup mendalam bagi orang yang tidak mendalami tema yang diangkat, dan mampu menghibur penonton dengan lelucon a la stand up comedy yang sedang naik daun di Indonesia.

Pada malam itu, tema acaranya adalah  Indonesia Fashion Week (IFW) 2012. Bintang tamunya adalah Musa Widyatmojo, Amy (blablabla, saya lupa namanya) Chief Editor Majalah fashion terkemuka di Indonesia dan ketua IFW 2012, Dave Hendrik, dan satu lagi ketua PPMI yang saya lupa namanya juga. Mas Musa (mereka suka dipanggil mas ketimbang pak) menceritakan tentang perbedaan “perancang busana” dengan “perancang mode”, Ibu Amy membicarakan tentang bagaimana perkembangan fashion di Indonesia, IFW sekarang dan ke depan, kemudian Dave Hendrik menceritakan fashion dari sudut pandang penikmat fashion (meskipun dia mulai merambah sebagai pegiat juga).

Yang menggelitik otak saya adalah perbedaan perancang busana dengan perancang mode. Sejujurnya saya sedikit lupa dimana perbedaannya, namun akan saya coba, perancang busana melakukan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah disain, namun perancang mode juga melakukan apa yang dilakukan perancang busana. Selain itu, perancang mode melakukan riset yang lebih mendalam, seperti membaca sejarah budaya fashion suatu daerah dan dunia. Sehingga orang yang bisa dikatakan perancang mode ini mampu menjadi panduan arah mode. Dalam acara ini disebutkan contoh perancang mode menurut mas Musa adalah Biyan Wanaatmadja, dan Ghea Panggabean.

Dari acara ini saya menyimpulkan, fashion Indonesia akan sangat menarik ke depannya. Salah satunya, saya mendapatkan fakta dari mereka bahwa, “Kekayaan budaya fashion Indonesia menduduki peringkat ke-tiga Dunia, setelah China dan India.”

Go Green, Go Clean, and Go Keen for Our Future

Belajar Menggambar dengan Menggunakan Perspektif

Dalam sebuah kuliah MBA CCE, terdapat kuliah yang bernama “Design Thinking”. Dalam kuliah ini, kami diberi pengetahuan tentang bagaimana berpikir tentang disain suatu produk. Banyak sekali hal yang saya dapat di sini. Dan yang paling hebat adalah bagaimana dosen saya mengajak kami, yg umumnya awam terhadap seni, membuat suatu produk yang akan diikutkan dalam sayembara yang diselenggarakan oleh Braun. Dan menurut saya, kelas kami mampu memberikan produk-produk yang baik. 

Kuliah ini, tiba-tiba memberikan pelajaran “teknik menggambar”. Saat mendengar topik ini, saya dalam hati langsung mengatakan “wah, bisa kacau, nih”, “buat apa, sih?”, “apa hubungannya?” Kemudian penjelasan dari pak dosen, yang intinya, untuk memudahkan kami dalam menyampaikan ide dalam berbagai bahasa adalah sebuah gambar, saya langsung berpikir, “benar juga!!”

Tidak sampai di situ saja, saya merasa perlu untuk menambah semangat saya dalam mempelajari apapun yang ada di depan saya. Karena dengan hal ini, akan membantu kita untuk menyerap ilmu secara lebih baik.

Bapak Imam Buchori Zainuddin (IBZ), seorang Profesor dan Guru Besar Emeritus Seni di FSRD ITB, mengajarkan kami beberapa teknik menggambar. Alhamdulillah, saya bersyukur mendapatkan bimbingan langsung dari beliau untuk mata kuliah ini, dan pada pelajaran ini saya mendapatkan kritik yang membangun dari beliau. Dan kemudian, jadilah sebuah karya yang membanggakan diri sendiri (hihihi).

Go Green, Go Clean, Go Keen for Our Future!!!

Passion (from the Ancient Greek verb πάσχω (paskho) meaning to suffer) is a term applied to a very strong feeling about a person or thing. Passion is an intense emotion compelling feeling, enthusiasm, or desire for something.

Wikipedia

-Wikipedia-

Menjaga Semangat Menulis

Jika memiliki sebuah blog, menurut saya, yang paling sulit adalah menjaga semangat untuk menulis itu sendiri. Padahal, kalau menurut saya (lagi), apabila sudah memulai, membuka lembaran, akan banyak hal yang dapat dibagi. Dari hal-hal tersebut, dapat dipilih hal yang sesuai dari tema blog yang dimiliki. Seperti kasus saya misalnya, apapun yang saya pikirkan yang ingin saya bagi, informasi yang saya dapat dan menurut saya akan berdampak positif jika dibagi.

Untuk menjaga semangat menulis, yang dapat dilakukan adalah membaca blog dari blogger yang lain, membaca artikel tentang kebaikan atau hal positif yang didapatkan dalam menulis, membaca berita, dan memasukan hal-hal positif yang lain.

Yeah, ayo semangat menulis!!!

Go Green, Go Clean, Go Keen for Our Future!!!

Yaaaay, saya bahagia!

Yaaaay, saya bahagia!

Belajar menggambar cangkir. And I’m so keen!

Belajar menggambar cangkir. And I’m so keen!

Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value.

Albert Einstein

Do no evilness because it is a small one; do not leave a small deed undone because it is just a petty one.

Liu Bei

Liu Bei